LAMPUNG.PUSARAN.ONLINE-Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung menilai kebakaran yang kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, sebagai alarm serius atas sistem perlindungan kawasan konservasi tersebut.
Direktur Walhi Lampung Irfan Tri Musri mengatakan, terbakarnya ratusan hektare kawasan konservasi dalam waktu singkat menunjukkan bahwa upaya pencegahan kebakaran belum berjalan efektif.
“Bagi Walhi Lampung, ratusan hektare kawasan konservasi yang terbakar dalam waktu singkat merupakan alarm keras terhadap sistem perlindungan TNWK,” kata Irfan, Minggu (23/8/2026).
Walhi Lampung mengapresiasi upaya petugas, masyarakat, dan berbagai pihak yang terlibat dalam pemadaman. Namun, menurut Irfan, pengerahan ratusan personel setelah api meluas tidak dapat semata-mata dijadikan ukuran keberhasilan pengelolaan kawasan.
“Kalau ukuran utama keberhasilan, seharusnya adalah seberapa efektif kebakaran dapat dicegah sebelum ratusan hektare kawasan konservasi terbakar,” ujarnya.
Berdasarkan analisis spasial Walhi Lampung terhadap data hotspot satelit Terra, Aqua, N20, N21, dan SNPP, sedikitnya terdapat 74 titik panas di dalam kawasan Taman Nasional Way Kambas sepanjang 17-22 Agustus 2026. Titik panas tersebut terkonsentrasi di sejumlah bagian kawasan, termasuk wilayah tengah dan selatan, khususnya Resort Kuala Penet.(***)










