LAMPUNG PUSARAN ONLINE-Permintaan masker di Kota Bandar Lampung meningkat di tengah paparan debu vulkanik yang dirasakan masyarakat akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut mulai membuat sejumlah warga kesulitan mendapatkan masker.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk memastikan ketersediaan masker di pasaran. Selain menjaga pasokan, masyarakat juga berharap pemerintah dapat melakukan pembagian masker secara gratis, khususnya di wilayah yang terdampak paparan debu vulkanik.
“Masker sekarang mulai sulit didapat karena banyak yang mencari. Kami berharap pemerintah segera bertindak agar masker tidak semakin langka. Syukur-syukur kalau bisa ada pembagian masker untuk masyarakat,” kata seorang warga, Minggu (6/9/2026).
Sementara itu, berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan Minggu, 6 September 2026 pukul 12.00–18.00 WIB, yang diterbitkan oleh KESDM, Badan Geologi, PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau, kondisi gunung masih berada pada Level III (Siaga).
Dalam laporan tersebut, cuaca di sekitar gunung dilaporkan berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut, dengan suhu udara berkisar 27,9–29,2 derajat Celsius dan kelembapan 61–73 persen.
Secara visual, gunung tertutup kabut dengan tingkat kabut 0-III, sementara asap kawah tidak teramati.
Aktivitas kegempaan masih tercatat, terdiri dari 3 kali gempa hembusan dengan amplitudo 35–44 mm dan durasi 32–51 detik, 14 kali gempa low frequency dengan amplitudo 15–43 mm dan durasi 7–15 detik, serta 21 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 18–43 mm dan durasi 5–25 detik.
Selain itu, tremor menerus (microtremor) masih terekam dengan amplitudo 5–20 mm, dengan amplitudo dominan 10 mm. Kondisi laut di sekitar gunung dilaporkan memiliki ombak sedang.
Dengan status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih Level III (Siaga), masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Di tengah kondisi tersebut, warga di wilayah yang terdampak debu vulkanik diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga berharap pemerintah daerah segera memastikan ketersediaan masker di pasaran dan mempertimbangkan distribusi masker secara gratis apabila kondisi paparan debu terus berlangsung.***






