HeadlineNews

Pemprov Lampung Percepat Eliminasi TB 2030 Lewat Website Peduli TB dan Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

LAMPUNG PUSARAN ONLINE-Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat percepatan penanggulangan tuberkulosis (TB) melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya melalui peluncuran website Peduli TB Lampung yang dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh informasi, melakukan skrining awal secara mandiri, serta mengakses informasi layanan penanganan TB di Provinsi Lampung.

Website tersebut diluncurkan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela Octavianus di Emersia Hotel & Resort Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).

Website Peduli TB Lampung merupakan inovasi hasil kolaborasi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dan Pemerintah Provinsi Lampung sebagai bagian dari penguatan upaya penanggulangan TB di daerah.

Masyarakat dapat mengakses layanan tersebut melalui laman peduli-tb.lampungprov.go.id. Website ini menyediakan informasi mengenai tuberkulosis, fasilitas skrining awal secara mandiri, serta informasi akses layanan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Untuk melakukan skrining, masyarakat cukup membuka laman Peduli TB Lampung melalui browser, mengisi data diri, kemudian menjawab sejumlah pertanyaan terkait gejala mayor dan minor TB. Setelah proses tersebut selesai, hasil skrining akan langsung ditampilkan sebagai langkah awal untuk menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat penemuan kasus secara aktif sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan TB.

“Nilai penting dari inovasi ini adalah bagaimana kita membuat masyarakat bisa melakukan skrining awal secara mandiri. Cita-cita saya, ini akan disebarluaskan kepada masyarakat melalui pintu-pintu penerbangan, pintu-pintu pelabuhan, dan berbagai tempat lainnya,” ujar Jihan.

Menurut Jihan, percepatan penanggulangan TB membutuhkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, hingga masyarakat.

Ia menegaskan, upaya penanganan TB tidak dapat hanya mengandalkan Puskesmas dan rumah sakit pemerintah. Jejaring penemuan dan pelaporan kasus perlu diperkuat dengan melibatkan rumah sakit swasta, klinik, hingga praktik mandiri.

“Kita tidak akan cukup kalau hanya mengandalkan Puskesmas dan rumah sakit daerah. Kita perlu memperkuat jejaring, termasuk praktik mandiri, rumah sakit swasta, dan klinik swasta, untuk bersama-sama melakukan penemuan dan penanganan kasus,” katanya.

Jihan menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung terus melakukan percepatan menuju target eliminasi TB pada 2030. Hingga akhir Agustus, capaian penemuan kasus TB di Lampung mencapai 39% dari estimasi 30.745 kasus pada tahun 2026.

“Kita tidak ingin menunggu tahun 2030 baru bergerak cepat. Tahun-tahun menuju 2030 inilah yang harus kita manfaatkan untuk melakukan akselerasi,” ujar Jihan.

Ia menekankan bahwa TB tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan persoalan sosial dan ekonomi karena dapat memengaruhi produktivitas masyarakat.

Karena itu, Pemprov Lampung terus mendorong penguatan penemuan kasus, investigasi kontak, pengobatan pencegahan tuberkulosis (TPT), serta keterlibatan seluruh kabupaten/kota dalam upaya penanggulangan TB.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi inovasi Peduli TB Lampung serta langkah Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempercepat penanggulangan tuberkulosis.

“Saya kagum bahwa website yang akan diluncurkan ini diinisiasi oleh Ibu Wakil Gubernur bersama teman-teman PDPI,” ujar Benjamin.

Benjamin menilai Lampung memiliki capaian yang baik dalam penanganan TB. Ia menyebut angka keberhasilan penanganan dan pengobatan pasien TB di Lampung mencapai 92%, sehingga menjadi salah satu capaian terbaik di Indonesia. Namun, upaya pencegahan dan penemuan kasus perlu terus diperkuat agar rantai penularan dapat diputus lebih cepat.

“Untuk urusan pengobatan kasus yang sudah ditemukan, Provinsi Lampung adalah salah satu yang terbaik di Indonesia. Yang perlu kita perkuat sekarang adalah pencegahan dan penemuan kasus,” katanya.

Ia mengatakan Kementerian Kesehatan akan mendukung penguatan skrining dan penemuan kasus TB di Lampung, termasuk melalui pemanfaatan perangkat X-ray portable serta penguatan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan.

Kementerian Kesehatan juga menyiapkan dukungan operasional untuk kegiatan skrining serta insentif bagi kader TB yang membantu pengawasan, pendampingan, dan pelaporan di tingkat desa.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pengukuhan Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penanggulangan Tuberkulosis (KOPI TB) se-Provinsi Lampung Tahun 2026.

Keberadaan KOPI TB diharapkan semakin memperkuat kolaborasi berbagai organisasi profesi dalam penanggulangan tuberkulosis, mulai dari penemuan kasus, pengobatan, pencegahan, hingga pendampingan masyarakat.

Melalui peluncuran Peduli TB Lampung dan penguatan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong upaya penanggulangan TB yang lebih aktif dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Penguatan penemuan kasus, investigasi kontak, pengobatan pencegahan, serta kolaborasi antara pemerintah kabupaten/kota dan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian dari langkah Pemprov Lampung untuk mempercepat eliminasi tuberkulosis menuju target Zero TB Indonesia 2030.***

Related Posts

1 of 40