LAMPUNG PUSARAN ONLINE-Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Radityo Egi Pratama menekankan pentingnya kolaborasi antar-pejabat dan aparatur pemerintah daerah untuk menghadapi tantangan pembangunan serta mempercepat pencapaian target pembangunan pada 2027.
“Temukan daya ungkit diri anda sendiri, bekerjalah dengan hati serta bekerjalah dengan bersama-sama,” kata dia di Kalianda, Rabu.
Ia mengatakan pelantikan pejabat bukan sekadar pergantian atau perpindahan jabatan, tetapi harus menjadi kesempatan membangun semangat baru, menghadirkan gagasan segar, serta mendorong lahirnya inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menurut dia, tantangan pembangunan pada 2027 membutuhkan kesiapan seluruh perangkat daerah sehingga setiap pejabat perlu melakukan evaluasi dan introspeksi terhadap kemampuan diri maupun kapasitas tim yang dipimpin.
Dirinya menilai setiap aparatur memiliki potensi dan kelebihan yang dapat menjadi daya ungkit bagi organisasi.
Namun, potensi tersebut hanya dapat memberikan hasil optimal apabila disinergikan melalui kerja sama, kesamaan tujuan, dan semangat untuk tumbuh bersama.
“Ini menjadi hal yang baru dan juga semangat yang baru, sehingga bisa menghasilkan program-program baru, ide-ide baru, semangat baru, dan kerja-kerja yang baru,” ujarnya.
Ia menegaskan kualitas aparatur pada akhirnya akan terlihat dari hasil kerja yang memberikan manfaat dan dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Oleh karena itu, dia meminta seluruh pejabat menjalankan tugas dengan kesungguhan dan tujuan yang jelas, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif.
“Apapun yang kita kerjakan dan kita hasilkan, kualitas itu akan terlihat. Mana kualitas yang bekerja dengan hati dan memiliki tujuan, dan mana kualitas yang bekerja hanya memenuhi tugas dan kewajiban,” katanya.
Egi juga meminta para pejabat mengenali potensi dan kekuatan masing-masing sebelum membangun kolaborasi dengan aparatur lainnya.
Menurutnya, pemahaman terhadap kelebihan diri akan membantu setiap aparatur saling melengkapi sehingga pekerjaan pemerintahan tidak dilakukan secara sendiri-sendiri.
“Kita harus mengenal diri kita sendiri dulu sebelum kita bekerja. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, kita harus bekerja bersama-sama,” ujar dia.
Ia mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan membangun budaya kerja yang mengedepankan kebersamaan dengan saling menerima kelebihan dan mengoptimalkan potensi masing-masing.
“Mari kita bekerja dengan rasa, lihat ke diri kita masing-masing, menerima kelebihan orang lain dan menerima kelebihan diri kita. Barulah kita bisa mengisi ruang-ruang kerja sama, sehingga kita tidak berdiri sendiri-sendiri,” katanya.
Semangat kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat organisasi pemerintahan agar lebih solid dan adaptif dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan daerah.
“Percayalah, semua itu ada awalan dan juga ada akhiran. Di antara keduanya ada proses yang memerlukan pilihan. Mau menjadi pihak yang mensyukuri atau yang tidak mensyukuri, pilihannya ada di tangan masing-masing,” ucapnya.***











